Notifikasi
Notifikasi
Telah rilis pembaruan template Gila Material Pro v1.3. Ada diskon hingga 15% untuk periode 15 - 18 November 2022. KLIK DISINI
Cari lowongan kerja

HITAM ATAU PUTIH

 HITAM ATAU PUTIH


Ketika saya masih di sekolah dasar, saya pernah beradu pendapat sangat sengit dengan seorang anak laki-laki di kelas saya. Saya lupa permasalahan apa yang membuat kami beradu pendapat, tetapi saya tidak pernah melupakan pelajaran yang saya pelajari hari itu.


Saya yakin bahwa "saya" benar dan "dia" salah. Anak laki-laki itu juga sama yakinnya dengan saya bahwa "saya" yang salah dan "dia" benar. Guru kami memutuskan untuk mengajarkan kami sebuah pelajaran yang sangat penting.


Ibu guru membawa kami ke depan kelas dan menempatkan anak laki-laki tersebut di sisi mejanya dan aku berada disisi yang satunya. Di tengah-tengah meja, terdapat sebuah benda bulat besar. Aku bisa melihat dengan jelas bahwa benda itu berwarna hitam. Ibu guru bertanya pada anak laki-laki tersebut apa warna benda itu. "Putih," jawabnya.


Aku tidak bisa percaya, dia mengatakan bahwa benda itu berwarna putih, padahal jelas-jelas benda itu berwana hitam! Saya pun mulai beradu pendapat lagi dengan teman sekelas saya, kali ini tentang warna dari objek tersebut.


Guru akhirnya menyuruh saya untuk bertukar tempat dengan posisi anak laki-laki itu berdiri begitu juga sebaliknya, anak laki-laki itu berdiri di tempat sebelumnya aku berdiri. Ketika kami sudah berubah tempat, guru bertanya padaku apa warna benda itu. Aku harus menjawab, "Putih."


Ternyata, benda tersebut adalah objek dengan dua sisi yang berbeda warna, dan dari sudut pandangnya benda tersebut berwarna putih. Sedangkan dari sisiku warna benda itu adalah hitam.


Kadangkala kita perlu melihat suatu masalah dari sudut pandang orang lain untuk benar-benar memahami perspektif orang tersebut.                                        

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, pengecut/rasa takut, pikun/kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta fitnah/bencana kehidupan dan kematian.”


Yaa Allah...

Yaa Rahman...

Yaa Rahim...


Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami...

Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya...


Bila kelopak mata kami masih dapat terbuka...

Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran...


Bila mulut kami masih diizinkan berucap...

Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran...


Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah...

Hantarkanlah ke tempat tempat yang menjadi ibadah kami...


Bila tangan kami masih dapat digerakkan...

Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan  bagi orang lain...


Bila Matahari masih diperkenankan menyentuh  raga ini...

Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan  tubuh kami...


Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami...

Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya...


Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami...

Datangkanlah dalam jumlah yang banyak bagi kami, yang halalan thoyiban dari segala arah...

Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan...


Yaa Allah...

Yaa Rabb...


Bila keluarga dan saudara-2ku disini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami...

Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yang penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu...


Angkat dan hilangkanlah segala penyakit keluarga dan saudara-2ku ini...

Gantikanlah dgn kesehatan yang sempurna...


Serta berikanlah  sisa usia yang penuh manfaat dan barokah...


Yaa Allah...


Dengan segala yang telah diperlihatkan pada kami untuk menjadikan ini semua sebagai pelajaran hidup kami...


Karuniakanlah kepada kami, sejak  hari ini sampai Kau utus malaikat-Mu untuk mengangkat ruh ini dari jasad kami...

Dengan Limpahan Nikmat dan Kasih Sayang-Mu...


Di akhir hayat kami, kami mohon karunia-Mu untuk husnul khotimah... 

Aamiin yaa Robbal'alamiin ...

“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.”

Perhatian - Dalam proses rekrutmen, perusahaan yang resmi tidak pernah menarik biaya dari kandidat. Jika ada perusahaan yang menarik biaya wawancara, tes, reservasi tiket, dsb lebih baik dihindari karena ada indikasi penipuan. Jangan mentransfer pembayaran apapun ketika melamar kerja.
Gabung dalam percakapan
Posting Komentar
Tautan disalin ke papan klip!