Notifikasi
Notifikasi
Telah rilis pembaruan template Gila Material Pro v1.3. Ada diskon hingga 15% untuk periode 15 - 18 November 2022. KLIK DISINI
Cari lowongan kerja
Kisah Toko Nam di Surabaya

Kisah Toko Nam di Surabaya

KHAZANAH DUNIA - Toko Nam adalah toko kelontong pertama dan terkenal di era Hindia Belanda yang berlanjut hingga era tahun 1980-an. Toko Nam pada saat itu telah memiliki layanan antar kepada pelanggan atau pembeli. Satu terobosan besar di eranya. Yaitu jasa antar barang.

Kali pertama Toko Nam menempati bangunan di pojokan jalan Tunjungan dan Jalan Embong Malang pada tahun 1925. Toko Nam menempati gedung yang sebelumnya digunakan sebagai kantor De Fikkert Motorcar.


Gedung ini berdiri di lokasi yang sangat strategis. Berada di pojokan jalan Tunjungan dan Embong Malang. Kala itu jalan Tunjungan dan Embong Malang masih dua jalur sehingga gedung Toko Nam menjadi pandangan mata pengguna jalan yang menuju ke Jalan Tunjungan dan Embong Malang dari arah selatan.


Secara arsitektur, bangunannya unik dan menarik. Kaya ornamen dan bentuk. Bangunan ini dirancang bangun oleh arsitek Cor De Graff pada 1921. Dengan lokasi strategis dan arsitektur unik, gedungnya menarik perhatian masyarakat. Ini sangat menguntungkan pengguna gedung. Utamanya Toko Nam. Dalam sepuluh tahun (1925 – 1935), Toko Nam berkembang sangat pesat sehingga membutuhkan tempat yang lebih luas.


Karenanya, Toko Nam pindah ke tempat baru di seberangnya (Embong Malang) pada 28 Oktober 1935 dan resmi bernama NV Handels Maatschappij Toko Nam, yang berdagang barang barang kelontong.

Secara arsitektur, bangunan Toko Nam ini tidak banyak ragam hias. Bentuknya terlihat sangat fungsional, mencerminkan ciri ciri arsitektur kolonial moderen antara 1938-1949-an.


Pada pasca kemerdekaan, khususnya pada periode 1962 – 1989 Toko Nam mengalami masa masa jaya. Namun di era tahun 1996-1997 Toko Nam mengalami kemunduran pesat. Ini seiring dengan semakin bangkitnya jaringan Mall baru di sebelahnya, Tunjungan Plaza. Akhirnya tahun 2002, bangunan Toko Nam dibongkar dan didirikan Tunjungan Plaza 5. 

Toko Nam yang pernah berjaya di Surabaya pada masanya, kini tinggal kenangan dan kenangan itu berbentuk pilar pilar yang berdiri di depan gedung Tunjungan Plaza dengan kaki pilar yang berdiri di atas trotoar.




 TOLAK UKUR KEDEWASAAN SESEORANG

TOLAK UKUR KEDEWASAAN SESEORANG

 TOLAK UKUR KEDEWASAAN SESEORANG

Di sebuah toko mebel ada seorang tukang yang terlihat serius menggosok kayu untuk lemari. Ia menggosok terus-menerus.


Ketika amplas yang digunakannya telah habis sisi kasarnya, ia membuang dan menggantikannya dengan yang baru, sehingga kayu terlihat halus dan mengkilat.


Sebenarnya hidup kita ibarat kayu dan amplas, kita bagaikan kayu dan seseorang yang bersikap jahat dan selalu menyakiti diri kita ibarat sebuah amplas. Biarlah dia selalu menggesek, dan menyakiti kita. Sakit memang dan membuat kita terluka, tapi mari kita lihat sebuah kayu akan mengkilat ketika semakin digosok dengan amplas, bukan?


Seperti itulah diri kita sebenarnya, hati kita akan berkilau karena kesabaran atas rasa sakit yang kita tanggung. Jika tiba saatnya nanti, kita akan menjadi berkilau dan seseorang yang menyakiti kita akan menjadi terbuang dan tak berguna seperti sebuah amplas yang kehilangan fungsinya untuk menghaluskan.


Mari kita belajar menjalani hidup ini seperti kayu dan amplas, karena semuanya itu merupakan sebuah proses untuk kita mendewasakan diri.


Usia seseorang belum tentu menjadi tolak ukur kedewasaan seseorang.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat

🌹 “Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.”


Ya Tuhan kami, berilah kami ampunan dan juga kepada saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”


“Ya Allah, sehatkanlah tubuhku, sehatkanlah pendengaranku, sehatkanlah penglihatanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kekafiran dan kemiskinan. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari siksa kubur, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau.”


Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat, dari istri/pasangan yang membuatku beruban sebelum waktunya (membuat kesusahan/bikin banyak pikiran), dari anak yang menjadi tuan bagiku (durhaka), dari harta yang menjadi siksaan/adzab untukku dan dari teman yang jahat ; matanya melihatku hatinya mengawasiku, jika melihat kebaikanku ia menyembunyikannya namun jika melihat keburukanku ia menyebarkannya.


“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.”

 Jangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apapun

Jangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apapun

 Jangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apapun


Ketika sore sepulang kerja seorang suami melihat isteri yang tertidur pulas karena kecapekan bekerja seharian di rumah. Sang suami mencium kening isterinya dan bertanya, ‘Bunda, udah shalat Ashar belum?’ Isterinya terbangun dengan hati berbunga-bunga menjawab pertanyaan suami, ‘sudah yah.’ Isterinya beranjak dari tempat tidur mengambil piring yang tertutup, sore itu isterinya memasak kesukaan sang suami.


‘Lihat nih, aku memasak khusus kesukaan ayah.’ Piring itu dibukanya, ada sepotong kepala ayam yang terhidang untuk dirinya.

 

Sang suami memakannya dengan lahap dan menghabiskan. Isterinya bertanya, ‘Ayah, kenapa suka makan kepala ayam padahal aku sama anak-anak paling tidak suka ama kepala ayam.’


Suaminya menjawab, ‘Itulah sebabnya karena kalian tidak suka maka ayah suka makan kepala ayam supaya isteriku dan anak-anakku mendapatkan bagian yang terenak.


Mendengar jawaban sang suami, terlihat butir-butir mutiara mulai menuruni pipinya. Jawaban itu menyentak kesadarannya yang paling dalam. Tidak pernah dipikirkan olehnya ternyata sepotong kepala ayam begitu indahnya sebagai wujud kasih sayang yang tulus kecintaan suami terhadap dirinya dan anak-anak. ‘Makasih ya ayah atas cinta dan kasih sayangmu.’ ucap sang isteri. Suaminya menjawab dengan senyuman, pertanda kebahagiaan hadir didalam dirinya.


Kita seringkali mengabaikan sesuatu yang kecil yang dilakukan oleh sosok ayah kita, namun memiliki makna yang begitu besar, di dalamnya terdapat kasih sayang, cinta, pengorbanan dan tanggungjawab.


Semoga cerita diatas kita bisa mengambil hikmah dengan mencintai setulus hati ayah kita yang telah berkorban untuk anak dan isterinya.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat


🌹 “Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.”


“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa" 


“Ya Alloh perbaikilah untuk kami di dalam imam-imam kami, jama’ah kami, keluarga kami, istri-istri kami, anak-anak turun kami, harta-harta kami dan di dalam apa-apa (rizqi) yang engkau berikan kepada kami dan berilah kami kebarokahan dalam urusan mereka di dunia dan akhirat”


“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.”

 Menemukan Posisi yang Tepat

Menemukan Posisi yang Tepat

 Menemukan Posisi yang Tepat


Seorang pria yang tidak lulus ujian masuk universitas, dinikahkan orang tuanya. Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru sekolah dasar dan mulai mengajar.


Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan.


 Setibanya di rumah, sang istri menghapuskan air matanya, menghiburnya dengan berkata: “Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok sedang menantimu.” 


Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun sayangnya ia dipecat juga karena geraknya lambat.


Saat itu sang istri berkata: “Kegesitan kaki dan tangan setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?”


Ia pun bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun yang berhasil, semua gagal di tengah jalan.


Namun demikian, tiap kali pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, dan tidak pernah mengeluh.


Ketika sudah berumur 32 tahun, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di Sekolah Luar Biasa Tuna rungu-wicara.


Kemudian ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.


 Akhirnya ia menjadi ‘sultan’ yang memiliki kekayaan berlimpah. 


Di saat sudah sukses besar seperti sekarang, ia kemudian bertanya kepada sang istri: “Kenapa ketika masa depanku masih suram, engkau tetap begitu percaya kepada ku?”


Istrinya pun menjawab pertanyaan tersebut dengan sangat polos dan sederhana…


Sebidang tanah yang tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang.


Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, coba tanami buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa berbunga, karena pada sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, pasti bisa menghasilkan panen dari nya. 


Mendengar penjelasan sang istri, ia mengeluarkan air mata terharu.


Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul.


Semua prestasi dirinya, adalah berkat keajaiban bibit unggul yang kokoh hingga bertumbuh kembang jadi kenyataan.


Di dunia ini tidak ada seorang pun yang hanya sekedar sampah, dia hanya tidak berada di posisi yang tepat.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat


🌹 Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah -ya Allah- kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatanl


Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah 


“”Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, terjaga kehormatan, dan kekayaan.


“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.”

 HIDUP ADALAH PILIHAN

HIDUP ADALAH PILIHAN

 HIDUP ADALAH PILIHAN


Ada sebuah keluarga sederhana.

Gagal panen yang dialami oleh sang ayah pada suatu musim, menyebabkan dia merasa kecewa, marah, dan frustasi.

Maka, untuk menghilangkan kesedihan, stres, dan waktu yang terasa lama, sebagai pelarian, tanpa disadari, dia mulai terbiasa minum minuman keras hingga mabuk.


Keadaan alam yang tak kunjung membaik, akhirnya membuat kondisi si ayah makin memburuk.

Hingga pada suatu hari, dia ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri karena terjatuh di saat mabuk dan akhirnya meninggal dalam keadaan yang mengenaskan.


Lima belas tahun kemudian, dua orang anak yang ditinggalkan oleh sang ayah telah menjadi pemuda yang tumbuh dengan kepribadian yang berbeda.

Si bungsu menjalani hidupnya di penjara karena kasus perampokan.

Saat ditemui sahabatnya, dia tertunduk lesu dan mengeluh, “Semua ini gara-gara ayahku. Dia itu seorang pemabuk dan penjud! Dia tidak pernah mendidik aku dengan baik. Keluargaku bangkrut dan berantakan. Aku tidak bisa sekolah lagi. Beginilah aku sekarang. Sudah nasibku seperti ini..”


Berbeda dengan si kakak yang juga menetap di daerah yang sama. Dia berhasil dan sukses mengelola usahanya.

Ketika bertemu dalam suasana kangen dan gembira, si sahabat spontan bertanya, “Sobat, aku telah bertemu dengan adikmu di penjara. Kalian dari latar belakang keluarga yang sama, lalu, apa yang membuat kamu berbeda dengan saudaramu dan bisa sukses seperti ini?”


Dia menghela napas panjang dan menjawab, “Sudah terlalu banyak penderitaan dalam hidupku dan keluarga kami, aku hanya bertekad untuk mengakhirinya, bebas dari kemiskinan. Melihat ayahku mengakhir hidupnya seperti itu, ah… aku benar-benar tidak ingin bernasib seperti ayahku. Dan yang pasti aku ingin membahagiakan ibuku. Makanya, aku berusaha mati-matian untuk berjuang dan berusaha hingga hasilnya seperti yang kamu lihat sekarang ini.”


Sambil menerawang dia melanjukan, “Sayangnya, adikku berpikir lain. Aku sudah berusaha, bukan hanya sekali tetapi berulangkali mengajak dia untuk mengikuti aku bekerja, tetapi karena kemalasannya dan pengaruh pergaulan yang buruk, dia memilih jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan. Yah…sungguh sangat disayangkan, dia harus berakhir di penjara seperti hari ini.”


===========================================================


Hidup adalah pilihan. Lihatlah kakak beradik yang memiliki latar belakang keluarga yang sama, pada cerita di atas. Mereka menyikapi dengan cara yang berbeda dan memutuskan memilih jalan yang berbeda. Maka hasil akhirnya pun pasti akan berbeda pula.


You are what you think! Artinya, “Anda adalah apa yang Anda pikirkan”! Jika seseorang mampu memimpin dirinya dengan sikap mental yang positif dan benar-benar mau berusaha keras untuk mengubah nasibnya, tentu kehidupan sukses akan dapat diciptakan.

🤲Yaa Allah..

Di hari yang cerah  ini, ampunilah dosa2 kami, dosa2 kedua orang tua kami dan seluruh keluarga besar kami, sahabat2 kami, serta teman-teman kami..


🤲 Yaa Allah..

Karuniakanlah kami umur panjang, bermanfaat, dan  keselamatan serta  kesehatan yang afiat, juga rezeki yg melimpah dan halal..


🤲 Yaa Allah..

Tunjukilah kami jalan yang baik dan benar serta jalan yang Engkau lindungi dan ridhoi kedepannya.. 


🤲 Yaa Allah.. 

Jadikanlah kami hamba-Mu yg selalu bersyukur atas nikmat yg telah Engkau berikan dan mampu bersabar dalam segala kondisi dan cobaan yg kami hadapi, baik yang berat sekali pun.. 


🤲 Yaa Allah..

Berikanlah kepada kami semua kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta terhindar dari azab siksa api neraka-Mu ya Allah.. 


 آمِــــــــــــــــــينْ يَــارَبَّ 🙏

 HITAM ATAU PUTIH

HITAM ATAU PUTIH

 HITAM ATAU PUTIH


Ketika saya masih di sekolah dasar, saya pernah beradu pendapat sangat sengit dengan seorang anak laki-laki di kelas saya. Saya lupa permasalahan apa yang membuat kami beradu pendapat, tetapi saya tidak pernah melupakan pelajaran yang saya pelajari hari itu.


Saya yakin bahwa "saya" benar dan "dia" salah. Anak laki-laki itu juga sama yakinnya dengan saya bahwa "saya" yang salah dan "dia" benar. Guru kami memutuskan untuk mengajarkan kami sebuah pelajaran yang sangat penting.


Ibu guru membawa kami ke depan kelas dan menempatkan anak laki-laki tersebut di sisi mejanya dan aku berada disisi yang satunya. Di tengah-tengah meja, terdapat sebuah benda bulat besar. Aku bisa melihat dengan jelas bahwa benda itu berwarna hitam. Ibu guru bertanya pada anak laki-laki tersebut apa warna benda itu. "Putih," jawabnya.


Aku tidak bisa percaya, dia mengatakan bahwa benda itu berwarna putih, padahal jelas-jelas benda itu berwana hitam! Saya pun mulai beradu pendapat lagi dengan teman sekelas saya, kali ini tentang warna dari objek tersebut.


Guru akhirnya menyuruh saya untuk bertukar tempat dengan posisi anak laki-laki itu berdiri begitu juga sebaliknya, anak laki-laki itu berdiri di tempat sebelumnya aku berdiri. Ketika kami sudah berubah tempat, guru bertanya padaku apa warna benda itu. Aku harus menjawab, "Putih."


Ternyata, benda tersebut adalah objek dengan dua sisi yang berbeda warna, dan dari sudut pandangnya benda tersebut berwarna putih. Sedangkan dari sisiku warna benda itu adalah hitam.


Kadangkala kita perlu melihat suatu masalah dari sudut pandang orang lain untuk benar-benar memahami perspektif orang tersebut.                                        

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, pengecut/rasa takut, pikun/kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta fitnah/bencana kehidupan dan kematian.”


Yaa Allah...

Yaa Rahman...

Yaa Rahim...


Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami...

Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya...


Bila kelopak mata kami masih dapat terbuka...

Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran...


Bila mulut kami masih diizinkan berucap...

Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran...


Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah...

Hantarkanlah ke tempat tempat yang menjadi ibadah kami...


Bila tangan kami masih dapat digerakkan...

Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan  bagi orang lain...


Bila Matahari masih diperkenankan menyentuh  raga ini...

Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan  tubuh kami...


Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami...

Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya...


Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami...

Datangkanlah dalam jumlah yang banyak bagi kami, yang halalan thoyiban dari segala arah...

Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan...


Yaa Allah...

Yaa Rabb...


Bila keluarga dan saudara-2ku disini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami...

Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yang penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu...


Angkat dan hilangkanlah segala penyakit keluarga dan saudara-2ku ini...

Gantikanlah dgn kesehatan yang sempurna...


Serta berikanlah  sisa usia yang penuh manfaat dan barokah...


Yaa Allah...


Dengan segala yang telah diperlihatkan pada kami untuk menjadikan ini semua sebagai pelajaran hidup kami...


Karuniakanlah kepada kami, sejak  hari ini sampai Kau utus malaikat-Mu untuk mengangkat ruh ini dari jasad kami...

Dengan Limpahan Nikmat dan Kasih Sayang-Mu...


Di akhir hayat kami, kami mohon karunia-Mu untuk husnul khotimah... 

Aamiin yaa Robbal'alamiin ...

“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.”

 Cinta Tanpa Syarat

Cinta Tanpa Syarat

 Cinta Tanpa Syarat


Ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. 


Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, “Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar.”


Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum.


Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. “Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian,” kata kakek.


Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya…


Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. 


Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan’.


Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita.


Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai.


Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman.


Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini,” kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.


Lalu nenek melanjutkan, “Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita.” 


Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. “Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi….kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek.”


Nenek segera menimpali, “Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua.”


 Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita. 


Kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian


🌹 _“Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.” 

Ya Tuhan kami, berilah kami ampunan dan juga kepada saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”


“Ya Allah, sehatkanlah tubuhku, sehatkanlah pendengaranku, sehatkanlah penglihatanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kekafiran dan kemiskinan. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari siksa kubur, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau.”


Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat, dari istri/pasangan yang membuatku beruban sebelum waktunya (membuat kesusahan/bikin banyak pikiran), dari anak yang menjadi tuan bagiku (durhaka), dari harta yang menjadi siksaan/adzab untukku dan dari teman yang jahat ; matanya melihatku hatinya mengawasiku, jika melihat kebaikanku ia menyembunyikannya namun jika melihat keburukanku ia menyebarkannya.         

Tautan disalin ke papan klip!