Notifikasi
Notifikasi
Telah rilis pembaruan template Gila Material Pro v1.3. Ada diskon hingga 15% untuk periode 15 - 18 November 2022. KLIK DISINI
Cari lowongan kerja

Kisah Toko Nam di Surabaya

KHAZANAH DUNIA - Toko Nam adalah toko kelontong pertama dan terkenal di era Hindia Belanda yang berlanjut hingga era tahun 1980-an. Toko Nam pada saat itu telah memiliki layanan antar kepada pelanggan atau pembeli. Satu terobosan besar di eranya. Yaitu jasa antar barang.

Kali pertama Toko Nam menempati bangunan di pojokan jalan Tunjungan dan Jalan Embong Malang pada tahun 1925. Toko Nam menempati gedung yang sebelumnya digunakan sebagai kantor De Fikkert Motorcar.


Gedung ini berdiri di lokasi yang sangat strategis. Berada di pojokan jalan Tunjungan dan Embong Malang. Kala itu jalan Tunjungan dan Embong Malang masih dua jalur sehingga gedung Toko Nam menjadi pandangan mata pengguna jalan yang menuju ke Jalan Tunjungan dan Embong Malang dari arah selatan.


Secara arsitektur, bangunannya unik dan menarik. Kaya ornamen dan bentuk. Bangunan ini dirancang bangun oleh arsitek Cor De Graff pada 1921. Dengan lokasi strategis dan arsitektur unik, gedungnya menarik perhatian masyarakat. Ini sangat menguntungkan pengguna gedung. Utamanya Toko Nam. Dalam sepuluh tahun (1925 – 1935), Toko Nam berkembang sangat pesat sehingga membutuhkan tempat yang lebih luas.


Karenanya, Toko Nam pindah ke tempat baru di seberangnya (Embong Malang) pada 28 Oktober 1935 dan resmi bernama NV Handels Maatschappij Toko Nam, yang berdagang barang barang kelontong.

Secara arsitektur, bangunan Toko Nam ini tidak banyak ragam hias. Bentuknya terlihat sangat fungsional, mencerminkan ciri ciri arsitektur kolonial moderen antara 1938-1949-an.


Pada pasca kemerdekaan, khususnya pada periode 1962 – 1989 Toko Nam mengalami masa masa jaya. Namun di era tahun 1996-1997 Toko Nam mengalami kemunduran pesat. Ini seiring dengan semakin bangkitnya jaringan Mall baru di sebelahnya, Tunjungan Plaza. Akhirnya tahun 2002, bangunan Toko Nam dibongkar dan didirikan Tunjungan Plaza 5. 

Toko Nam yang pernah berjaya di Surabaya pada masanya, kini tinggal kenangan dan kenangan itu berbentuk pilar pilar yang berdiri di depan gedung Tunjungan Plaza dengan kaki pilar yang berdiri di atas trotoar.




Perhatian - Dalam proses rekrutmen, perusahaan yang resmi tidak pernah menarik biaya dari kandidat. Jika ada perusahaan yang menarik biaya wawancara, tes, reservasi tiket, dsb lebih baik dihindari karena ada indikasi penipuan. Jangan mentransfer pembayaran apapun ketika melamar kerja.
Gabung dalam percakapan
Posting Komentar
Tautan disalin ke papan klip!